16 Agustus, “Denpasar Car Free Day” Diberlakukan


Tingkat kepemilikan kendaraan di Kota Denpasar dari tahun ke tahun terus meningkat. Pertumbuhannya, tak kurang dari 15 persen setiap tahunnya. Menurut data di Dinas Perhubungan Kota Denpasar, pada siang hari jalan-jalan di kota Denpasar dipadati tak kurang dari 800.000 kendaraan. Kendaraan-kendaran tersebut selain berasal dari masyarakat kota Denpasar sendiri, juga dari masyarakat Badung, Tabanan, dan Gianyar yang bekerja di kota Denpasar. Akibatnya, asap kendaraan tersebut membuat udara kota Denpasar terpolusi. Dalam sebuah penelitian di tahun 2001, diketahui bahwa tingkat pencemaran udara di kota Denpasar sempat melewati ambang batas.

Untuk mengurangi tingkat polusi udara yang semakin parah, Pemerintah Kota Denpasar berencana akan memberlakukan “Car Free Day” (hari bebas kendaraan bermotor) di jalan-jalan utama kota tersebut. Hari khusus yang memberi keleluasaan bagi pejalan kaki dan pengendara sepeda ini akan mulai diperlakukan pada tanggal 16 Agustus 2009. Ruas jalan yang akan dinyatakan bebas kendaraan bermotor pada Car Free Day tersebut adalah di Jalan Raya Puputan, Jalan Cuk Nyak Dien, Jalan Basuki Rahmat dan Jalan Juanda Renon.

“Ini bukan hal yang baru. Saya hanya melanjutkan semangat Tri Hita Karana yang telah lama dikenal oleh orang Bali. Satu hal yang penting dalam ajaran tersebut adalah menyelaraskan diri dengan lingkungan. Semangat ini saya bangkitkan kembali demi kesejeahteraan anak-cucu kita,” papar Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra, dalam sebuah perbincangan menyangkut program yang digagasnya itu.

Rencananya, Sabtu (15 Agustus 2009) mendatang, sehari menjelang Car Free Day diberlakukan, Rai Mantra akan mendeklarasikan “Denpasar Go Green” sekaligus mengukuhkan Brigade Bersepeda Siaga Bencana yaitu kelompok bersepeda yang dilatih khusus untuk melakukan penanganan bencana. Deklarasi tersebut akan digelar di Lapangan Puputan Badung, di jantung kota Denpasar. Selanjutnya, Car Free Day akan dilaksanakan setiap hari minggu. (abe/jjb)



Wisata Bali

Megibung dan Plecing Gonda di Warung Mina


Megibung adalah makan bersama dalam sebuah lingkaran dimana hidangan berupa nasi dan lauk pauknya ditempatkan dalam satu nampan. Makan cara ini merupakan tradisi masyarakat Karangasem, yang dimulai sejak tahun 1614 Caka (atau 1692 Masehi), saat Raja Karangasem, I Gusti Anglurah Ktut Karangasem, melakukan ekspansi ke Sasak (Lombok). Kini tradisi tersebut dilakukan pada hari-hari dan dalam rangkaian upacara tertentu. Namun, jika ingin merasakan suasana dan semangat megibung bersama keluarga atau teman-temanmu, datanglah ke Warung Mina dan pesanlah Paket Megibung.

Paket Megibung di Warung ini disiapkan untuk empat orang. Untuk menemani sebakul nasi, paket ini terdiri dari gurami bakar/goreng, dua pepes lele, empat potong tempe, tahu, dan terong bakar; dilengkapi dengan sayur asem, lalapan sambal, dan plecing kangkung. Sebagai hidangan penutup, tersaji sepiring buah segar.

Di samping menu paket Megibung, di Warung Mina terdapat beberapa paket asyik lainnya seperti Paket Gurami Santan Kemangi, Paket Gurami Asam Manis, dan Paket Pepes Ikan Mas. Seperti namanya yang berarti “ikan”, Warung Mina memang didominasi menu serba ikan segar yang dilengkapi dengan Plecing Kangkung dan Plecing Gonda (sayuran sejenis Kangkung yang tumbuh di persawahan) yang tak kalah segarnya. Dan, kesegaran masakan tersebut semakin terasa nikmat karena suasana yang nyaman dan asri warung tersebut.

Warung Mina terletak di Jalan Astasura No. 91 Peguyangan, Denpasar Utara. Jalan ini merupakan jalan alternatif yang dapat kamu lalui bila hendak melancong ke Sangeh. Dari perempatan Jalan Nangka dan Jalan Gatoto Subroto, letak warung yang kerap dikunjungi oleh pejabat-pejabat pusat dan daerah ini sekitar tiga kilometer. Jika tak bisa ke sana, kamu bisa mendatangi cabangnya di Jalan Tukad Gangga No. 1, Renon, Denpasar dan di Jalan Nusa Kambangan No. 160 A, Denpasar (di halaman Toko Oleh-Oleh Krisna). Bisa juga kamu kunjungi yang di Jalan Gunung Sari No. 2 Banjar Ambengan, Peliatan, Ubud, Gianyar. (abe/jjb)



Wisata Bali

Anggun Macetkan Kuta


Sabtu malam (8/8/2009) lalu, jalan-jalan di Kuta nyaris macet total. Penyebabnya adalah tumplekan penonton yang datang ke kawasan itu untuk menyaksikan penampilan Anggun di Sand Island, Hard Rock Hotel Bali, Kuta. Malam itu Anggun tampil dalam konser pembuka untuk roadshow lima kotanya yang bertajuk “Crazy Phenomenal Biography from Anggun”. Ratusan ekspatriat yang turut berbaur dengan penggemar dari berbagai kota di Indonesia tak pelak membuat jalur utama di kawasan Kuta tersendat berat hampir tiga kilometer panjangnya.

Dengan penjagaan keamanan yang sangat ketat, penampilan artis kelahiran Jakarta 29 April 1974 ini dimulai pada pukul 21.30 Wita. Telat satu setengah jam dari jadwal yang ditetapkan. Begitu muncul di atas pentas, Anggun langsung menyapa penonton dan mengingatkan bahwa penampilannya sebelum ini di Bali sudah sepuluh tahun yang lalu. Selanjutnya Anggun melantunkan beberapa lagu yang mencuatkan namanya di blantika musik Indonesia seperti Mimpi, Tua-tua Keladi, dan Bayang-bayang Ilusi. Selanjutnya, Anggun menghibur penonton dengan lagu-lagu A Rose ini The Wind, I’ll be Alright, In Your Mind Snow on The Sahara, Undress Me, dan Still Remind Me yang ngetop di Mancanegara.

Dengan lagu-lagu itu, diva Indonesia yang oleh American Online Survey 13 April 2009 dinobatkan sebagai diva pop dunia 2009 urutan ke-empat ini sungguh memukau penonton. Tampilnya Dewi Sandra yang digandeng anggun untuk bersama menembangkan lagu Mantra menggenapi pesona Anggun yang dalam gelarannya malam itu juga membawakan tembang-tembang Summer in Paris, Chysalis, Yang Kutunggu, Deep Blue Sea, dan Open Your Heart.

Setelah di Kuta, Anggun akan tampil di Gramedia Expo Surabaya (13 Agustus 2009), Sabuga-Bandung (17 November 2009), Medan (20 November 2009) dan ditutup di Yogyakarta pada bulan Desember 2009. (abe/jjb)



Wisata Bali

Menikmati Nasi Panggang Khas Bali di Bunuté


Pernah dengar Nasi Panggang Bunuté? Ini adalah hidangan andalan Bunuté Restaurant & Bar, di Jalan Dewi Sita, Ubud. Yakni, berupa adonan nasi dengan berbagai bumbu rempah, sayur-sayuran,udang dan ikan cincang. Adonan tersebut kemudian dibungkus dengan daun pisang, lalu dipanggang di atas bara arang. Setelah matang, adonan nasi tersebut dihidangkan dengan hidangan tambahan berupa pepes ikan, sate lilit ayam, sup kakul, udang sambal merah. Semua itu disajikan dalam sebuah nampan. Rasanya? Sungguh mantap!

Bunuté Bar & Restaurant berada tak jauh di sebelah utara Monkey Forest. Ikuti saja jalan utama. Begitu tiba di Lapangan Astina Ubud, berbeloklah ke arah kanan sekitar 25 meter. Letaknya persis di tepian sebuah kali kecil yang ditumbuhi sebuah pohon Bunut (sebangsa Beringin) yang cukup rindang.

Begitu masuk, sebuah kolam kecil dilengkapi patung Ganesha dan fontana dari gelas akan menyambutmu. Suara gemericik airnya segera membuat pikiranmu segar dan merasakan kesegaran cinta menggelayut di setiap sudut restauran ini.

Berdiri di atas areal seluar 500 meter persegi, Bunuté Bar & Restaurant dibagi menjadi dua bagian yakni sebuah kawasan utama bersantap yang menampung 26 orang dan areal kecil di belakang menampung 16 orang, plus delapan orang di teras depan (yang juga merupakan bagian pinggir kafe) dan 12 orang lain di samping teras. Kawasan utama dilengkapi dengan sebuah bar tertata apik.

Soal makanan, Bunuté Bar & Restaurant dengan bangga memperkenalkan resep-resep pusaka kuliner Bali kepada pengunjung internasional. Kekhasan citarasa setiap hidangan di restoran ini berawal dari semangat menyajikan masakan yang nikmat dan memuaskan. Semangat ini didasari keyakinan bahwa setiap sentuhan dalam pembuatan seporsi makanan ibarat sebuah penciptaan yang selalu menyimpan misteri memesona.

“Dengan semangat itulah Chef kami menyediakan hidangan untuk para pelanggan,” papar Suandana Putra, pemilik restoran dan bar ini.

Jenis-jenis makanan yang tersedia antara lain Tahu Cantok (tahu, timun, kacang panjang dan bumbu kacang), Sager Udang (udang diurap bumbu kelapa dicampur timun, dengan aroma bawang putih dan jahe), Lawar Taluh (telur, sayuran, rajangan kelapa dibumbui sambal bawang), Jukut Kacang Barak (kacang merah, labu, bayam, dan jagung manis dengan bumbu Bali), Cecalon Siap (daging ayam cincang dengan bumbu jahe dan sereh), Cramcam Udang (sup udang bumbu Bali), Timbungan Bawi (Dada babi dan kacang merah berkuah kaldu pedas), Tum Ayam (daging ayam dibungkus daun pisang dan dikukus), Gurami Goreng Suna Cekuh (gurami dengan bumbu bawang putih dan kencur khas Bali), Bé Sampi Lalah Manis (daging sapi kuah bumbu pedas-manis).

Ada juga penganan seperti Jaja Batun Bedil (kolak bola dari tepung beras), Bubuh Injin (bubur ketan hitam), Pisang Rai (kue pisang dengan parutan kelapa), Kolek Sela Biu (kolak dari ubi manis dan pisang)

Tapi bukan hanya hidangan otentik Bali yang tersedia. Ada juga menu internasional seperti Pasta, Spageti, Gelato, Quatrro Stagioni, Quesadila Lacatecas, Chicken Burrito, Club Sandwich, Samosa, dan banyak lagi. Untuk melengkapi kenikmatan bersantap, pada hari-hari tertentu “Bunuté Bar & Restaurant” menyuguhkan hidangan live music bagi para pelanggannya. Tak tanggung-tanggung musisi yang tampil adalah Wayan Balawan yang kondang sebagai the Master of Double Tapped Guitar performed. Tersedia juga fasilitas free WiFi untuk memudahkan kamu berinternet sembari menikmati hidangan sarapan atau santap siang juga makan malam.




Bunuté restaurant & bar
Jl. Dewi Sita, Telp,(0361) 972177
www.Bunuté .com



Wisata Bali

Meriah, Acara Pembukaan Sanur Village Festival 2009


Sanur Village Festival (SVF) 2009, gelaran tahunan yang diselenggarakan oleh masyarakat Sanur, Rabu (12/08/2009) dibuka dengan parade dan pertunjukan seni yang cukup meriah. Parade seni dan budaya dengan berbagai atraksi memikat diawali dari depan hotel Griya Santrian dan berakhir di Pantai Mertasari. Hadir pada acara pembukaan tersebut Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jro Wacik, Wakil Gubernur Bali AAN Puspayoga, Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra, para Konsul negara sahabat , Tokoh Pariwisata Joop Ave dan I Gde Ardika, para General Manager hotel di wilayah Sanur serta tokoh masyarakat yang berlokasi di sebelah timur lokasi penyelenggaraan SVF 2009.

Parade diawali dengan Marching Band SMP Wisata Sanur yang menampilkan kolaborasi marching band dengan tektekan mengiringi tari kontemporer menerjemahkan tema Marine Life. Diteruskan dengan tetabuhan yang digunakan untuk mengiringi Baris Cina.

Setelah itu, tampil dalam parade pasangan Teruna-Teruni (muda-mudi) dengan busana adat dan tradisi di Kota Denpasar, dilanjutkan barisan Ibu-Ibu menjunjung gebogan bunga dan buah beraneka rupa. Mereka berasal dari masing-masing banjar di wilayah Kelurahan Sanur.

Giliran selanjutnya adalah peserta dari beberapa hotel di wilayah Sanur yang bergiliran menampilkan atraksi bleganjur menerjemahkan tema tahun ke-4 penyelenggaraan, antara lain Bali Hyatt, Mercure, Inna Grand Bali Beach, Sanur Beach, Segara Village, Griya Santrian dan ditutup oleh Puri Santrian.

Peserta dari negara asing yang akan tampil pada acara Asia Afrika Art & Culture turut berpartisipasi pada parade, diwakili oleh China (delegasi terbesar), India dan Jepang. Peserta nasional diwakili oleh Sulawesi Selatan.

Sajian sendratari Dewa Ruci ditampilkan oleh Ari Production, Sanur Kaja, yang kemudian diteruskan Parade Upacara Melasti yang ditampilkan oleh Kelurahan Sanur. “Kehidupan Nelayan” menghadirkan tidak saja para nelayan di lingkungan Sanur juga para surfer dan olahraga bahari lainnya ditampilkan oleh warga Sanur Kauh.

Usai parade, para undangan beranjak menuju lokasi panggung utama. Dekorasi diatur layaknya jamuan makan malam “round table”. Setiap meja dikelilingi oleh delapan kursi yang semuanya berbalut warna putih.

Rangkaian upacara pembukaan di panggung utama ini diawali dengan rangkaian acara seremonial seperti laporan Ketua Panitia, Ida Bagus Gde Sidarta, sambutan dari Joop Ave, tokoh pariwisata yang ernah menjabat sebagai Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi 1993-1998. Puncaknya, Jro Wacik memberi sambutan dan memukul gong sebagai pertanda SVF 2009 dibuka secara resmi. Pada saat gong ditabuh, serangkaian atraksi kembang api pun memarakkan suasana.

Di ujung acara, Tropical Transit dan Ayu Laksmi menghibur para undangan dan hadirin dengan lagu-lagu bernuansa etnik dan kontemplatif.

SVF kali ini adalah yang ke-empat. Perhelatan seni-budaya ini pertama kali digelar pada tahun 2006. Untuk tahun ini, tagline yang diusung adalah ”The New Spirit of Heritage”, sementara tema kegiatan-kegiatannya adalah ”Marine Life”. Adapun kegiatan disuguhkan dalam SVF kali ini adalah Turnamen Golf Terbuka, Bazaar dan Festival Makanan, Yoga Massal, Festival Layang-layang, Festival Jazz, Festival Bawah Laut, Sepakbola Pantai, Basket dan Rugby, Pameran Kartun Internasional, Kompetisi Olah Raga Air, Sepeda Santai, Kontes Fotografi, Lomba Memasak Tahunan ICA, Pameran dan Lomba Bonsai, Fashion Show dan Pagelaran Musik(abe/jjb)



Wisata Bali

Bebek Bengil, Bebek Renyah ala Ubud


Dalam bahasa Bali, bebek bengil berarti bebek dekil basah kuyup tersiram air lumpur. Bebek macam itu sama sekali tak menarik untuk didekati. Tapi berbeda dengan bebek bengil di jalan Hanoman, Padang Tegal, Ubud. Yang ini justru dicari banyak orang. Soalnya, bebek bengil di restoran yang juga bernama “Bebek Bengil” ini adalah hidangan bebek goreng yang sangat renyah. Rasanya gurih dan lezat!

Di restoran yang sangat bangga menerjemahkan namanya dengan “Dirty Duck” ini, bebek goreng yang disajikan memang benar-benar terasa seperti krupuk. Tak terlihat lelehan minyak sebagaimana banyak terjadi pada sajian bebek goreng kebanyakan. Tak terembus juga aroma amis sebagaimana olahan-olahab bebek pada umumnya. Seporsi menu “bebek bengil” terdiri dari sepotong daging bebek goreng, sepinggan sambal matah, sepinggan sambal terasi, sayur urap dan sepiring nasi. Kalau ingin variasi yang berbeda, kamu bisa mengganti nasi dengan kentang goreng dan sayur urap dengan salad.

Makan di restoran ini sangat menyenangkan. Kamu bisa memilih makan di kursi atau lesehan di bale bengong (sejenis saung di Sunda atau bruga di Lombok) yang terdapat di pinggir persawahan. Dari hamparan persawahan itu angin segar berembus yang membuat selera makanmu semakin mantap.

Selain bebek goreng, di restoran ini tersedia pula banyak jenis makanan khas Bali yang dijamin halal bagi kamu yang Muslim. Harganya? Sepadan dengan suasana yang kamu nikmati. Untuk seporsi “bebek bengil”, kamu harus merogoh kocek sebanyak Rp 63 ribu.

Karena letaknya di pinggir jalan utama yang tak terlalu lebar, kamu akan kesulitan memarkirkan mobil. Tapi jangan khawatir, restoran ini menyediakan layanan free service valet parking yang membuatmu tak pusing dengan urusan parkir-memarkir yang kerap membuat senewen di saat-saat perut sedang lapar.






Wisata Bali

Sanur Village Festival 2009 Berlangsung Marak



Sanur Village Festival 2009 berlangsung dengan semarak. Berbagai aktivitas seni, olahraga, kesehatan, kuliner, pameran tanaman, seni instalasi, penanaman terumbu karang dan banyak lagi berlangsung dengan lancar dan mendapat sambutan hangat dari para pengunjung. Puluhan layang-layang dengan berbagai ukuran setiap hari menghiasi langit di atas tempat penyelenggaraan. Layang-layang yang rata-rata berukuran besar tersebut bahkan selalu menjadi pelengkap untuk setiap acara yang digelar di tepi pantai.

Dari kesuluruhan acara, aktivitas wisata kulinerlah yang menjadi “muara” untuk menutup hari. Untuk kegiatan rekreasi ini, setiap hari pengunjung dari berbagai bangsa memadati setiap stan yang menyajikan berbagai jenis hidangan yang mengguncang lidah karena kelezatannya…











Wisata Bali

Tumpek Landep, Harley dan Pistol pun Diberi Sesaji


Sabtu (15/8/2009), umat Hindu di Bali merayakan hari Tumpek Landep yakni hari khusus untuk melakukan ritual bagi segala jenis benda berbahan baku logam. Dalam bahasa Bali, kata landep berarti tajam. Kerena itu, secara turun temurun pada hari Tumpek Landep penganut Hindu di Bali, menghaturkan sesajian di atas berbagai jenis alat berbahan logam yang tajam seperti keris, pisau, cangkul, atau sabit. Belakangan, mereka juga menghaturkan sesaji di atas peralatan mesin, kendaraan bermotor, komputer dan televisi. Bahkan, para anggota TNI dan Polri juga menghaturkan sesaji pada pistol dan senapan mereka.

Pada hari itu, hampir semua mobil dan sepeda motor yang melintas di jalan-jalan digelayuti sesaji berupa ceniga, sampian gangtung, dan tamiang. Ketiganya adalah bagian dari sesaji, bentuknya menyerupai “hiasan” yang terbuat dari janur. Tidak hanya mobil dan motor biasa, bahkan jenis motor gede macam Harley Davidson pun di beri sesaji.

Secara sederhana, Tumpek Landep ini dapat dimaknai sebagai semacam hari “ulang tahun”dari benda-benda yang terbuat dari besi (khusunya yang tajam). Pada saat itulah sepatutnya para pengguna mengucapkan rasa syukur ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa, karena telah memberikan kemuliaan hidup melalui alat-alat tersebut. Ini adalah salah satu bentuk terapan ajaran “Tri Hita Karana”, yang mengajarkan untuk selalu menjaga hubungan harmonis dengan Tuhan, dengan alam, dan sesama manusia.

Secara lebih mendalam, hari Tumpek Landep yang berulang setiap 210 hari tersebut merupakan hari penting untuk mensyukuri sekaligus memohon agar senjata kehidupan tetap landep (tajam). Yang dimaksudkan dengan “senjata kehidupan” adalah pikiran dan nurani. Pikiran dan nurani yang tajam manusia akan mampu menghadapi musuh-musuh dalam diri mereka sepereti kemiskinan, kebodohan, kemunafikan, dan sebagainya. (abe/jjb)

Foto-foto oleh: Adrian Suwanto dan Miftahhudin (Radar Bali)



Wisata Bali

Mampir Menikmati Lawar Kuwir


Oleh: Agung Bawantara

Sudah pernah tahu lawar, kan? Ya, lawar adalah satu di antara sekian banyak makanan khas Bali. Bahannya terdiri dari sayuran yang dicincang, lalu diurap bumbu Bali yang khas dengan terasi dan rempah- rempahnya. Adonan itu dilengkapi dengan campuran daging dan kelapa yang diparut gobed (lebar). Ada banyak jenis lawar berdasarkan olahan dan bahannya. Satu diantaranya adalah lawar kuwir.

Dinamakan lawar kuwir karena lawar ini mengandung daging kuwir (mentok). Dulu, lawar jenis ini lebih banyak dijumpai pada sajian pesta-pesta pernikahan atau pesta kegembiraan yang lain. Sekarang, menu ini dapat ditemukan di banyak tempat makan di Bali. Salah satu penyedia menu lawar kuwir yang paling kondang di Bali adalah Warung Lawar Kuwir “Kasiku” yang terletak di Bypass Prof. Dr. Ida Bagus Mantra. Dari arah Denpasar, warung ini berada sekitar 50 meter setelah Jembatan Air yang melintas di atas jalan bypass, di sisi kiri jalan. Dari arah timur, (Karang Asem atau Klungkung) letaknya sekitar 50 meter setelah traffic light perempatan Losan-Pantai Batu Lepang, di sisi kanan jalan. Posisi warung yang berada 1,5 meter lebih tinggi dari badan jalan membuat suasana warung terasa santai saat beristirahat sejenak sebelum meneruskan perjalanan.

Hidangan lawar kuwir di warung Kasiku ini sangat enak. Rasa bumbunya meresap ke dalam daging kuwir. Dagingnya yang gurih dan kenyal jauh dari aroma amis. Jika tak mengetahui sejak awal dari daging apa lawar tersebut di buat, kamu sulit mengetahui bahwa daging dalam lawar tersebut adalah daging kuwir.

Paket yang dihidangkan oleh warung Kasiku terdiri dari nasi putih, lawar kuwir dengan kelapa, lawar kuwir dengan nangka, sate kuwir lilit dan sate kuwir pusut serta semangkuk jukut ares (sayur dari batang pisang muda yang dikuwahi dengan kaldu kuwir). Harga untuk satu paket tersebut hanya Rp 12 ribu!

Minum? Tinggal pilih mau yang panas, hangat atau dingin. Mau yang segar atau kemasan.

Menurut Ibu Nyoman, pemilik warung, setiap hari “Kasiku” diserbu puluhan pelanggan. Untuk mereka itu, Ibu Nyoman menyediakan sedikitnya 15 ekor kuwir jantan. Kuwir-kuwir tersebut ia dapatkan dari para petani peternak di wilayah kabupaten Klungkung.

Mengapa jantan?

“Soalnya,” kata Ibu Nyoman, “…dagingnya lebih banyak dibandingkan dengan yang betina. Rasanya juga lebih gurih dan kesat.”

Warung Lawar Kuwir “Kasiku” buka pukul 08.00 – 17.00 Wita. (abe/jjb)

Informasi terkait:
Lawar



Wisata Bali

Penginapan Murah Bagi Backpacker di Kawasan Kuta


Jalan-jalan ke Bali dengan murah apa bisa? Bisa! Untuk berlibur di Bali dan menikmati keindahan alam di sana, kamu tidak harus merogoh kocek hingga berjuta-juta. Satu kiat untuk dapat berlibur ke Bali dengan biaya rendah adalah dengan menjalani liburan ala Backpacker, sebuah seni berlibur dengan uang sedikit.

Bagi orang-orang di negara-negara Barat, terutama Kanada, seni backpacking ini sudah bukan hal yang baru. Banyak di antara mereka pernah keliling dunia, bahkan menyeberang pegunungan Himalaya dengan biaya yang sangat kecil. Bagi kamu yang berminat backpacking ke Bali, berikut info mengenai hotel murah di kawasan Kuta yang dapat kamu jadikan sebagai tempat peristirahatan. Tarif penginapan tersebut berkisar antara Rp40 ribu – Rp150 ribu per malam.

Wisma Bima, Jl. Raya Tuban, 0361 751142
Fasilitas: 3 tempat tidur, kamar mandi, TV, fan; harga Rp. 125rb
Fasilitas: 1 tempat tidur, kamar mandi, fan; harga Rp. 75rb

Puri Bunga Inn, Jl. Karang Tenget I/8 Tuban, 0361 766124
Fasilitas: 1 tempat tidur, kamar mandi, TV, AC, sarapan; harga Rp. 150rb

Mesari Bungalow, Jl. Dhyana Pura, Seminyak
Fasilitas: 2 kamar tidur, kamar mandi, fan; harga Rp. 150rb (Rp.3jt/bulan)

Yuna Cottage, Jl. Pantai Kuta Gg Poppies II, 0361 753015
Fasilitas: 2 tempat tidur, kamar mandi, fan, sarapan; harga Rp. 90rb

Bungalows Taman Ayu, Gang Poppies I, 0361 751855
Single, fasilitas: 1 tempat tidur, kamar mandi, fan, sarapan; harga Rp. 70rb
Double, fasilitas: 2 tempat tidur, kamar mandi, fan, sarapan; harga Rp. 90rb

Losman Arthawan, Gang Poppies II (depan Rest. Kori), 0361 752913
Single; fasilitas: 1 tempat tidur, kamar mandi, fan, sarapan; harga Rp. 45rb
Double; fasilitas: 2 tempat tidur, kamar mandi, fan, sarapan; harga Rp. 60rb

Ronta Bungalow, Gang Poppies II, 0361 754246
Single; fasilitas: 1 tempat tidur, kamar mandi, fan, sarapan; harga Rp. 80rb
Double; fasilitas: 2 tempat tidur, kamar mandi, fan, sarapan; harga Rp. 120rb

Segara Sadhu Inn, Gang Poppies II, 0361 759909
Single; fasilitas: 1 tempat tidur, kamar mandi, fan, sarapan; harga Rp. 60rb
Double; fasilitas: 2 tempat tidur, kamar mandi, fan, sarapan; harga Rp. 90rb

Jus Edith Bungalows, Gang Poppies II, 0361 750558
Single; fasilitas: 1 tempat tidur, kamar mandi, fan, sarapan; harga Rp. 80rb
Double; fasilitas: 2 tempat tidur, kamar mandi, fan, sarapan; harga Rp. 120rb

Puri Agung, Gang Poppies I, 0361 750054
Single; fasilitas: 1 tempat tidur, kamar mandi, fan, sarapan; harga Rp. 65rb
Double; fasilitas: 2 tempat tidur, kamar mandi, fan, sarapan; harga Rp. 90rb

Gora Beach Inn, Gang Poppies II, Banjar Pengabetan, 0361 752578
Single; fasilitas: 1 tempat tidur, kamar mandi, fan, sarapan; harga Rp. 60rb
Double; fasilitas: 2 tempat tidur, kamar mandi, fan, sarapan; harga Rp. 90rb

Palm Gardens Taman Nyiur, Gang Poppies II, 0361 752198
Single; fasilitas: 1 tempat tidur, kamar mandi, fan, sarapan; harga Rp. 80rb
Double; fasilitas: 2 tempat tidur, kamar mandi, fan, sarapan; harga Rp. 120rb

Tunjung Bali Inn, Gang Poppies II, 0361 762990
Single; fasilitas: 1 tempat tidur, kamar mandi, fan, sarapan; harga Rp. 60rb
Double; fasilitas: 2 tempat tidur, kamar mandi, fan, sarapan; harga Rp. 90rb

Komala Indah, Gang Poppies I, 0361 751422
Single, fasilitas: 1 tempat tidur, kamar mandi, fan, sarapan; harga Rp. 70rb
Double, fasilitas: 2 tempat tidur, kamar mandi, fan, sarapan; harga Rp. 90rb

Okie House, Gang Poppies II, 0361 752081
Single; fasilitas: 1 tempat tidur, kamar mandi, fan, sarapan; harga Rp. 55rb
Double; fasilitas: 2 tempat tidur, kamar mandi, fan, sarapan; harga Rp. 80rb

Mahendra, Gang Poppies I, Banjar Pengabetan, 0361 752371
Single; fasilitas: 1 tempat tidur, kamar mandi, fan, sarapan; harga Rp. 60rb
Double; fasilitas: 2 tempat tidur, kamar mandi, fan, sarapan; harga Rp. 90rb

Kamar-kamar penginapan di atas biasanya mempunyai fasilitas dua tempat tidur, kamar mandi, kipas angin. Dalam setiap tarif yang ditentukan umumnya sudah termasuk pembayaran makan breakfast. Bagi pelancong yang memesan kamar untuk menginap selama beberapa pekan, biasanya pengelola memberi diskon khusus. Tapi, perlu dicatat, pada saat-saat high season dan peak season, tarif kamar-kamar tersebut biasanya melonjak.



Wisata Bali