BEWF, Gerbang Penulis Muda Merambah Dunia


Oleh: Maria Ekaristi & Agung Bawantara

Dari sekian banyak masalah, ada dua hal penting dalam dunia kesusasteraan Bali (baca: Indonesia) yang perlu mendapat perhatian. Pertama, ruang apresiasi yang kurang luas dan layak sesuai selera zamannya. Kedua, tak terangkainya dengan baik komunitas-komunitas kesusasteraan dalam sebuah jaringan internasional yang rapi dan berkelanjutan. Atas dasar itulah Direktur Ubud Writers and Readers Festival (UWRF), Janet de Neefe, menggagas festival serupa yang dikhususkan untuk kalangan muda. Maka lahirlah sebuah ajang bertajuk Bali Emerging Writer Festival (BEWF).

Festival ini diselenggarakan untuk para penulis muda Indonesia, terutama yang berusia di antara belasan tahun hingga akhir 20 tahunan. Pertimbangannya sederhana saja, “karena merekalah masa depan kesusastraan Indonesia,” ucap Janet pada jumpa pers di Serambi Arts Antida, Jl. Waribang 32 Denpasar.

Menurut amatan Janet, selama ini sebagian besar perhelatan kesusastraan di tanah air masih terfokus pada penulis-penulis Indonesia yang sudah punya nama. Karena itulah ia dan teman-temannya menggelar festival yang diharapkan menjadi cikal bakal ajang tahunan, sekaligus menjadi model bagi ajang-ajang serupa di berbagai daerah lainnya di Nusantara.

“Ajang-ajang seperti ini penting karena akan memberi kesempatan bagi para penulis muda untuk menunjukkan kemampuannya, saling berbagi ide dengan teman sebayanya, serta menularkan kecintaan mereka pada sastra kepada generasi muda lainnya,” ujarnya.

Lebih detil, manajer pengembangan komunitas UWRF, Kadek Purnami mengatakan bahwa acara-acara BEWF dirancang khusus untuk mencerminkan kecendrungan-kecendrungan sastra yang dilakoni anak muda saat ini.

“Festival ini festivalnya anak muda, dengan gairah dan semangat anak muda pula,” paparnya sembari menambahkan bahwa sebagian besar pembicara, moderator, dan penampil hiburan dalam malam perayaannya adalah anak muda.

Menurut Purnami, BEWF yang digelar pada 27-29 Mei tersebut menampilkan 20 penulis, termasuk sejumlah penulis muda Bali yang sedang menunjukkan kemilaunya seperti Ayu Diah Cempaka (sutradara pemenang 2010 Bodyshop Documentary Film Competition), Frischa Aswarini (pembaca puisi terbaik pada Poetry Slam di 2009 Utan Kayu International Literary Biennale), Ni Putu Rastiti (peraih Singa Ambara Raja Award) serta Ni Made Purnamasari (puisinya termuat pada Antologi Puisi Indonesia Terbaik Anugerah Sastra Pena Kencana 2007).

Lagi Viral :  Legong Keraton, Keindahan di Pesisir Berawa

BEWF juga menampilkan sejumlah penulis terkemuka Indonesia seperti Made Adnyana Ole, Kurnia Effendi, Iyut Fitra dan Dorothea Rosa Herliany. Hadir juga sebagai pembicara Wendi Putranto (executive editor majalah Rolling Stone) serta Herry Sutresna (pendiri grup hip hop kondang Homicide dan Trigger Mortis).

Dari luar negeri, acara ini juga dihadiri oleh David Vincent Smith, penulis skenario yang telah memenangkan sejumlah penghargaan serta pemegang gelar juara Western Australia Poetry Slam.

BEWF akan diisi dengan delapan diskusi panel serta empat workshop, termasuk workshop tentang menulis lirik lagu serta Celebration Night yang menampilkan empat band muda Bali yang tengah bersinar; Morelia, Nymphea, Day After The Rain dan Ripper Clown.

Acara BEWF selengkapnya:

JUMAT, 27 MEI PANEL
10.00-11.15 Cerpen Hari Ini
Apa yang menjadi perhatian para penulis cerita pendek Indonesia saat ini? Apakah penjelajahan di luar diri, respon atas situasi sosial politik yang terjadi di sekitar kita? Ataukah perenungan ke dalam, mencari rahasia dan makna eksistensi?
Menampilkan : Kurnia Effendi , Pik Parwati
Moderator : Ni Putu Rastiti

11.30-12.45 Minim Kata, Kaya Makna
Dua penyair akan berbicara tentang hal-hal yang membuat mereka jatuh hati pada puisi dan perjuangan mereka melawan keputusasaan saat tidak ada kata yang tepat untuk mewakili perasaan yang ingin mereka sampaikan .
Menampilkan : Iyut Fitra , Ni Made Purnamasari
Moderator : Ni Ketut Sudiani

13.00-14.15 (Bukan) Bahasa Ibu
Jumlah penulis muda yang menulis dalam bahasa Inggris semakin banyak. Namun ada juga penulis yang memilih bahasa Bali sebagai alat ekspresi-nya yang utama. Dua penulis muda akan membahas pilihan-pilihan bahasa ini serta alasan yang mendasarinya
Menampilkan : Citra Sasmita , Ari Dwijayanthi
Moderator : Ni Made Purnamasari

WORKSHOP
14.30-16.30 Workshop menulis cerpen bersama Kurnia Effendi
Kurnia Effendi, penulis yang terkenal karena karya-karya cerpennya berhasil memadukan bahasa yang indah dengan tema yang menyentuh dan akhir yang mengejutkan, akan menuntun para peserta workshop untuk memahami bagaimana merangkai peristiwa dan imajinasi menjadi sebuah narasi yang memukau.

Lagi Viral :  Kartun + Musik = Cartoon of Rock

17.30-19.30Workshop Penerbitan Buku
“ Seluk beluk penerbitan bagi calon penulis buku”
Apakah seorang penulis harus selalu merogoh koceknya sendiri untuk membiayai penerbitan bukunya? Penulis Dorothea Rosa Herliany akan berbagi pengalaman dan pengetahuan yang akan memungkinkan penulis muda menarik perhatian penerbit-penerbit besar. Ia mendirikan penerbitan IndonesiaTera tahun 1999 yang banyak menerbitkan buku-buku sastra (sekitar 150 an judul) dan banyak buku yang diterbitkan penerbit ini mendapat penghargaan.Kini mendirikan rumah buku DuniaTera yang aktif mendorong anak-anak muda untuk menggeluti dunia penulisan, baik penulisan karya di media maupun penulisan buku.

SABTU , 28 MEI PANEL
10.00-11.15 Melampaui Kata
Keindahan dan realita tidak hanya bisa diungkapkan melalui kata. Tiga penulis muda akan menceritakan penjelajahan estetik mereka ke wilayah-wilayah ekspresi di mana kata bersenyawa dengan musik, pemanggungan teater dan film.
Menampilkan :Akar Narwastu , Ayu Diah Cempaka, Masayu Prastika
Moderator : Ni Wayan Idayati

11.30-12.45 Dari Koran ke Facebook
Social media dan virtual space memberi alat dan ruang baru bagi para penulis muda untuk berekspresi. Seorang blogger, seorang pembuat fanzine dan seorang penyair yang juga wartawan media cetak akan berbicara tentang kecendrungan baru ini.
Menampilkan : Adnyana Ole, Ni Putu Astarini Ditha,Wendi Putranto
Moderator : Putu Sri Puspitawati

WORKSHOP
13.30- 15.30Workshop menulis puisi bersama Iyut Fitra
Bagi sebagian besar penulis tidak ada yang lebih misterius dari puisi, di mana segala hal yang tak kasat mata —cinta, rasa dan bahkan nasib semesta—dapat dimampatkan ke dalam kata-kata. Penyair terkemuka Iyut Fitra akan membimbing para peserta untuk memasuki dunia misterius ini guna berhadap-hadapan muka dengan tenaga dan keindahan yang tersimpan di setiap kata.

CELEBRATION NIGHT
19.00 – 20.00
Menampilkan : Morelia, Nymphea, Day After The Rain, Ripper Clown
Pembacaan Puisi

MINGGU, 29 MEI
PANEL
10.00-11.15 Teenlit Hanya Sebatas Cinta Monyet
Teenlit kerap terkena stigma sebagai karya tak serius tentang pikiran-pikiran anak muda yang tak serius pula. Dua penulis muda akan membuktikan bahwa Teenlit adalah jendela penting untuk memahami apa yang dialami dan didambakan generasi muda kita.
Menampilkan : Razy Bintang, Frischa Aswarini
Moderator : Putu Sri Puspitawati

Lagi Viral :  Alat Tukar, Simbol Persembahan, dan Jimat

11.30-12.45 Sisi Kelam
Perang, kemiskinan, pemerkosaan, pengabaian, kematian, tampaknya bukanlah hal yang kerap terlintas dalam pikiran anak-anak muda yang sedang mekar energi hidupnya. Dua penulis muda akan memaparkan betapa sisi-sisi kelam kehidupan merupakan ilham yang akan selalu menghantui para penulis, seberapapun muda usianya.
Menampilkan : Ni Putu Rastiti , Ni Ketut Sudiani
Moderator : Vanessa Martida

13.00-14.15 Dari Inspirasi ke Aspirasi
Apa atau siapakah yang paling mempengaruhi karya-karyamu? Dua penulis akan memperbincangkan buku, penulis, pejuang politik, musik atau film yang telah menginspirasi mereka untuk menulis. Kemudian mereka akan jelaskan apa yang ingin mereka capai melalui tulisan.
Menampilkan : Dorothea Rosa Herliany, Herry “Ucok” Sutresna
Moderator : Frischa Aswarini

WORKSHOP
14.30 -16.30Workshop menulis lirik lagu
bersama Dadang – Dialog Dini hari

Dadang SH Pranoto, gitaris Navicula dan pencipta lagu sekaligus vokalis Dialog Dini Hari, akan bertutur tentang inspirasi dan pergulatan hidup di balik kelahiran lirik-lirik indah yang menjadi ciri khas lagu-lagu Dialog Dini Hari. Bersama gitar kesayangannya, dengan mana ia telah menciptakan sekitar 30 lagu, Dadang akan menuntun para peserta untuk menemukan syair dan musik yang selama ini terkunci di dalam diri mereka.

POETRY SLAM
18.00 – 20.00
Kemeriahan pembacaan puisi saat masing – masing penyair berusaha tampil sebagai yang terbaik dan sambutan penonton menjadi juri yang “terakhir”.



Wisata Bali

Similar Posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *