Cerita di Balik Tampilnya Pelopor Heavy Metal, Iron Maiden, di Bali (1)

[ad_1]

Oleh:Hari Puspita

Grup musik asal Inggris, yang dibentuk tahun 1975 silam ini, bersama Judas Priest dikenal sebagai biang heavy metal dunia. Kini, setelah 35 tahun, mereka bisa kita nikmati konsernya di Bali . Apa yang membuat Tommy Pratama dari original production ngotot mendatangkannya? Saat bertemu koran ini, pada Kamis (25/11) lalu, di kompleks Garuda Wisnu Kencana (GWK), Jimbaran, pria yang sudah mendatangkan sejumlah grup musik, dari legenda musik rock Deep Purple hingga salah satu biang thrash metal, Megadeth ini nampak terkesan santai saja.

Baginya, mendatangkan grup musik kelas dunia adalah bagian dari hobinya. Tak pelak, sejumlah grup besar pun jadi incaran. Dari yang sudah jadi ikon klasik musik rock macam Deep Purple sampai Toto, Scorpions, Extreme, Bon Jovi atau biang metal Amerika, Megadeth sudah digaetnya untuk tampil di tanah air.

Baginya, adalah merupakan kebanggaan tersendiri bisa menampilkan mereka. Padahal, untuk bisa menjalir kontak dengan manajer tur dari grup musik papan dunia itu pun tidak mudah. Selain harus rajin menghubungi mereka dengan pantang menyerah, punya reputasi bagus dalam penyelenggaraan even, juga butuh kesabaran dan faktor luck, keberuntungan.

Sebagai gambaran, untuk mendatangkan Iron Maiden ke Bali dan Jakarta kali ini, Tommy yang sudah “karatan” mendatangkan musisi papan atas dunia ini pun harus menunggu lima tahun untuk bisa fixed tampil di Indonesia. Ini karena mereka harus menyesuaikan jadwal tur dunia yang memang dirancang secara profesional.

Selain meluncurkan album secara rutin, manajer Steve Harris dan kawan-kawan ini juga mengatur jadwal tur dengan rapi beberapa tahun sebelum pertunjukan dihelat. Misalnya untuk The Final Frontier World Tour 2011 kali ini, ternyata sudah disiapkan lima tahun silam.

Ini karena negara-negara lain yang ingin dimasukkan dalam daftar tur dunia mereka juga mengantre. Jadi, tidak bisa sembarangan memasukkan jadwal tur dengan tanpa mempertimbangkan banyak aspek. Seperti areal tur utama.

Misalnya, untuk Indonesia sangat potensial masuk jadwal karena dilewat jalur tur ke Australia. Selain itu juga karena Indonesia juga dikenal punya antusisme tinggi scene atau komunitas musik rock dan heavy metal-nya. Terbukti, dari sejumlah grup yang sukses menggelar konser. Macam Deep Purple, Uriah Heep, Metalica, Sepultura, Megadeth. Ini jadi semacam “rapor” bagus, untuk dijadikan bahan pertimbangan.
“Saya dijanjikan lima tahun lalu untuk konser ini. Coba bayangkan, lima tahun lalu janjinya,” ungkapnya kepada Radar Bali. “Jadi memang butuh ketekunan, kesabaran untuk menggelar even semacam ini,” imbuhnya.

Sejurus kemudian, dia pun memperlihatkan notebook-nya. Dengan notebook-nya, dia perlihatkan segala persiapan untuk konser Iron Maiden di Indonesia. Yakni Jakarta dan Bali. Dari pesawat charter khusus berlogo Iron Maiden, dengan jenis huruf yang khas itu, yang siap mengangkut segala keperluan hingga roadis dan awak lainnya yang menopang. Ini seperti yang mereka pakai untuk tur dunia sebelumnya, seperti yang bisa dinikmati dalam keping cakram DVD, Flight 666, yang sangat terkenal itu

Kenapa Anda begitu ngotot sekali mendatangkan band asal Leyton, London Timur, Britania Raya itu sampai menunggu lima tahun? Ternyata jawabannya sederhana saja.”Karena saya memang penggemar berat mereka, The number of the beast,” jawabnya, seraya mengutip salah satu nomor andalan grup musik tersebut.

*Tulisan ini sempat dimuat di Harian Radar Bali (Grup Jawa Pos)

[ad_2]
Wisata Bali