Puting Beliung di Denpasar Akibat Pemanasan Suhu?


Oleh: Agung Bawantara (dari berbagai sumber)

Puting Beliung di Kawasan Denpasar Selatan. Foto: Gusti Ngurah Dibia

Hari dengan tanggal unik 11-12-13 pada pukul 14.00 Wita rupanya menjadi pertanda buruk bagi sebagian warga Kota Denpasar. Pada saat tersebut sebuah pusaran angin kencang alias puting beliung menerjang sejumlah lokasi. Pusaran angin tersebut bergerak dari kawasan Kuta menuju arah timur melintasi Desa Glogor Carik dan Sesetan. 


Menurut Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDD) Denpasar, Made Prapta, amukan paling parah dari puting beliung ini terjadi di Kawasan Pemogan, Sesetan, Jalan Pulau Moyo, dan sekitarnya. Akibatnya, sejumlah rumah dan gudang mengalami kerusakan di bagian atap. Sejumlah mobil yang terparkir pecah kacanya.  Beberapa baliho tercerabut dan rubuh.

Sementara itu Kepala Bidang Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisikan (BMKG) Wilayah III Denpasar, Nyoman Gede Wirajaya,  mengatakan bahwa berdasarkan analisis BMKG, kecepatan angin tersebut mencapai 30 km per jam.

Berulang
Amukan angin puting beliung ini rupanya telah menjadi fenomena tahunan di Bali Selatan sejak 2007. Tahun lalu, amukan serupa terjadi pada 31 Oktober. Saat itu angin puting beliung juga memporak-porandakan sejumlah sekolah, kampus dan rumah warga. Beberapa mobil terbalik dan rusak. 

Tahun sebelumnya, yakni 7 November 2011 sekitar pukul 15:50 wita,  angin puting beliung mengamuk di kawasan Jalan Wibisana, Banjar Balun, Banjar Mertayasa, dan Banjar Panti Gede Desa Pemecutan Kaja, Denpasar Utara. Saat itu 20 rumah warga rusak pada bagian atapnya. Bahkan sejumlah atap rumah milik warga di kawasan padat pemukiman itu beterbangan.

Tahun 2010, angin puting beliung menerjang Denpasar pada hari Kamis (25/11/2010) pukul 14.00 Wita saat hujan deras mengguyur kota itu. Angin kencang tersebut menghantam beberapa wilayah di Denpasar, seperti Denpasar Utara, Denpasar Selatan, dan Barat. Salah satu bangunan yang rusak parah akibat terjangan angin tersebut adalah  Kantor Camat Denpasar Selatan di Jl Sesetan. Sejumlah menara, baliho, dan belasan pohon di Pesanggaran, Jl By Pass Ngurah Rai, Denpasar Selatan, roboh pada hari itu.

Lagi Viral :  Kartun Wajah Sebagai Oleh-oleh

Amukan puting beliung yang menyebabkan korban jiwa terjadi pada 2007 dan 2009.  Pada 2007, Made Wijana (38) tewas setelah tertimpa pohon tumbang saat melintas tepat di depan Toko Kurnia, di Jalan Gatot Subroto, Denpasar. Sedangkan pada 2009, seorang sopir bernama Hadi Prasetyo mengalami luka di kepala karena mobil yang dikendarainya tertimpa pohon. Hadi meninggal dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Sanglah, Denpasar.

Pemanasan Suhu
Made Wijendra, dari Balai Besar Meteorologi dan Geofisika (BMG) Wilayah III Denpasar, pernah mengatakan bahwa putting beliung yang terjadi di Bali tersebut disebabkan oleh meningkatnya suhu panas di Pulau Bali.

“Meningkatnya suhu udara di atas rata-rata diakibatkan posisi matahari tepat berada di atas Pulau Bali, berpotensi menimbulkan hujan lokal dan angin puting beliung,” ujar Wijendra kepada media.

Berdasarkan data BMKG, suhu udara di Bali pada saat  terjadinya putting Beliung umumnya mencapai 33 hingga 34 derajat Celcius.

“Biasanya, suhu udara di Bali maksimum rata-rata 32 derajat Celcius,” ujar Made.

Kerusakan Hutan dan Minimnya Pohon
Menurut beberapa kalangan, kerusakan hutan dan berkurangnya pepohonan turut mengundang hadirnya putting beliung di pulau Bali, juga di tempat-tempat lain di Indonesia. Beberapa analis yang pernah dilakukan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Pekanbaru, membenarkan hal itu dan menyatakan bahwa gejala angin puting beliung dapat dihadang dengan penghijauan atau penanaman pohon.

Hal tersebut berdasarkan kenyataan bahwa angin puting beliung merupakan angin yang berpusar di satu wilayah dengan dataran yang gersang dan minim penghijauan. Akibat adanya pemanasan lokal ini,  pembentukan awan hujan sangat tinggi sehingga memicu pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) yang dapat mengakibatkan terjadinya angin puting beliung yang bersifat lokal. Karena itu penghijauan atau penanaman pepohonan yang rindang di wilayah-wilayah yang selama ini gersang, terutama di wilayah perkotaan dapat menghambat terjangan angin puting beliung.

Lagi Viral :  Meamian-amianan, Saat Para Dewa Beranjangsana

Peristiwa Puting Beliung di Denpasar  

Kejadian Lokasi Kerusakan Korban Jiwa
11 November 2007 Denpasar Puluhan bangunan 1
15 Desember 2009 Denpasar Utara Sejumlah bangunan dan kendaraan 1
25 November 2010 Denpasar Selatan Puluhan bangunan dan Kendaraan
7 November 2011 Denpasar Utara Puluhan bangunan dan Kendaraan
31 Oktober 2012 Denpasar Selatan Puluhan bangunan dan Kendaraan
11 Desember 2013 Denpasar Selatan Puluhan bangunan dan Kendaraan



Wisata Bali

Similar Posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *