Sekilas Tentang Cili di Bali, Bentuk dan Maknanya

Cili atau Deling adalah sebuah simbol yang berfungsi sebagai sarana pemujaan kepada Dewi Padi atau Dewi Sri. Cili atau Deling adalah sebuah simbol yang berfungsi sebagai sarana pemujaan kepada Dewi Padi atau Dewi Sri.

Tepi sawah di Bali
Tepi sawah di Bali

Ini merupakan refleksi rasa syukur manusia Bali terhadap kesuburan alamnya, juga kemakmuran lahir-bathin diri mereka. Di beberapa tempat Cili berujud “boneka” dari batang padi yang masih mengandung bulir dengan dua wajah. Satu dengan hiasan bunga kamboja di kepalanya. Satu dilengkapi dengan hiasan berwarna merah, satunya lagi dengan warna putih. Diduga ini merupakan perlambang dari Sri (kemakmuran hasil bumi) dan Sadana (kemakmuran harta benda) yang menyatu dalam kesatuan yang harmonis.

Cili kerap juga diwujudkan dalam bentuk gambar dalam lamak yakni sejenis rangkaian janur dan daun aren muda yang diletakkan menjuntai di tempat-tempat pemujaan pada saat upacara atau hari besar keagamaan di Bali. Dalam hal ini, selain sebagai simbol kemakmuran, cili juga menyiratkan ekspresi keceriaan dan permohonan agar keindahan (Sudarsana, 2010:46). Keindahan dimaksud tentu saja keindahan lahir batin pula.

 

Menurut I Nyoman Sila (2004), perwujudan Cili memang sangat beragam sesuai kebutuhan upacara ritual, seperti sasap berbentuk geometris fungsinya sebagai penyucian, kewangen berbentuk kipas untuk sarana sembahyang, sampeyan penjor bentuk kepala dan rumbai digantung di ujung penjor, lamak Cili berbentuk geometris simbol manusia, salang dua manusia simbol Sri dan Sadana, topeng gebogan bentuk wajah manusia dipasang di atas banten gebogan sebagai persembahan, sarad bentuk Cili dari beras/ketan dirangkai dalam bentuk gunungan. Ada juga berbentuk Dewi Sri yang dibuat dari daun lontar yang biasanya digunakan dalam upacara kesuburan tanaman padi.

Lagi Viral :  Alat Tukar, Simbol Persembahan, dan Jimat

Menurut Sila, kemunculan cili di Bali sangat terkait dengan kehidupan sosial keagamaan yang selalu menjaga dan memelihara bahkan memberi perubahan dalam bentuk dan fungsinya, sejalan dengan perubahan yang terjadi di masyarakat.

Belakangan, perubahan yang terjadi di masyarakat secara eksternal dan internal berpengaruh terhadap perkembangan bentuk dan fungsi Cili, yaitu sebagai produk ekonomi yang menunjang pariwisata. Cili dibuat sebagai barang cenderamata dan benda hias, seperti hiasan taman dibuat dari tanah liat, patung dewi Sri dibuat dari uang kepeng, hiasan dinding dari kayu dan batu padas, Cili dari lontar, dan Cili sebagai objek lukisan.** (diolah dari berbagai sumber)

Padi menguning di sawah Bali
Padi menguning di sawah Bali
Indahnya sawah di Bali
Indahnya sawah di Bali

Oleh: Agung Bawantara, Foto : Nengah Januartha

Wisata Bali

Similar Posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *